Nama : Ridwan
Kelas : Teknik informatika D (TI D)
NPM : 1304411136
Semester : III
Fakultas Teknik Kompoter
Universitas Cokroaminoto Palopo
Artikel Sistem Basi Data
A. Pengantar Basis data
Pengantar basis data telah dibedahkan menjadi beberapa bagian yaitu :
1.
Basis data
Basis data (database)
adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang
lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan
menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari
tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan
salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis
dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.
Penyusunan basis data meliputi proses memasukkan data kedalam media penyimpanan
data dan diatur dengan menggunakan perangkat Sistem Manajemen Basis Data (Database
Management System DBMS). Manipulasi basis data meliputi pembuatan
pernyataan (query) untuk mendapatkan informasi tertentu, melakukan
pembaharuan atau penggantian (update) data, serta pembuatan report data.
Tujuan utama DBMS adalah untuk menyediakan tinjauan abstrak
dari data bagi user. Jadi sistem menyembunyikan informasi mengenai
bagaimana data disimpan dan dirawat, tetapi data tetap dapat diambil dengan
efisien. Pertimbangan efisien yang digunakan adalah bagaimana merancang
struktur data yang kompleks, tetapi tetap dapat digunakan oleh pengguna yang
masih awam, tanpa mengetahui kompleksitas struktur data. Basis data menjadi
penting karena munculnya beberapa masalah bila tidak menggunakan data yang
terpusat, seperti adanya duplikasi data, hubungan antar data tidak jelas,
organisasi data dan update menjadi rumit.
2.
Data dan Informasi
Data adalah fakta yang
mewakili suatu objek seperti manusia, hewan, barang, peristiwa, keadaan dan
sebagainya, yang direkam dalam bentuk angka, huruf simbol, teks, gambar, bunyi
atau kombinasinya. Informasi adalah
hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih
berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata
(fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Data lebih bersifat historis,
sedangkan Informasi lebih dinamis, serta mempunyai nilai yang sangat penting.
3. Sistem Informasi
Sistem
informasi adalah kombinasi dari teknologi
informasi dan aktifitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung
operasi dan manajemen. SIM adalah sekumpulan elemen yang saling
berhubungan, saling berinteraksi dan bekerjasama
antara berbagai bagian dengan cara-cara tertentu untuk melakukan fungsi
pengolahan data, pemasukan data, dan menghasilkan keluaran berupa informasi
yang berguna dan mempunyai nilai nyata, sebagai dasar
pengambilan keputusan, mendukung kegiatan manajemen dan operasional dengan
memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada
bagi proses tersebut guna mencapai tujuan organisasi.
4.
Komponen sistem informasi
Sistem Informasi
terdiri dari beberapa komponen, antara lain :
Hardware : CPU, Disk, Terminal, Printer
Software : Sistem operasi, sistem basis
data, program aplikasi
Personil : Operator sistem, Penyedia
masukan, Pengguna keluaran
Data : data yang tersimpan dalam jangka
waktu tertentu
Prosedur : instruksi dan kebijaksanaan
untuk mengoperasikan sistem
5. Definisi Basis Data
Basis data itu seperti
pada gambar di atas dimana gambar lemari itu merupakan Disk dan map itu
merupakan file, tujuannya untuk menyimpan data yang diinginkan.
Basis
data sendiri dapat di definisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti :
Himpunan
kelompok data /arsip yang saling berhubungan yang diorganisasi
sedemikian
rupa agar kelak dapat
dimanfaatkan kembali dengan cepat & mudah
Kumpulan data yang
saling berhubungan yang disimpan
secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan/ penumpukan (redundansi),
untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Kumpulan file/ tabel /arsip yang saling berhubungan
yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.
6.
Tujuan Basis Data
Tujuan dibangunnya basis data adalah sebagai berikut :
1. Kecepatan & kemudahan (speed)
2. Efisiensi ruang penyimpanan (space)
3. Keakuratan (accuracy)
4. Ketersediaan (availability)
5. Kelengkapan (completeness)
6. Keamanan (security)
7. Kebersamaan pemakaian (sharability)
B. Sistem
Basis Data
Sistem Basis Data merupakan sekumpulan basis data
dengan para pemakai yang menggunakan basis data secara
bersama-sama, personil yang merancang dan mengelola basis data, teknik-teknik
untuk merancang dan mengelola basis data, serta sistem komputer yang
mendukungnya
1. Bahasa Basis Data
Bahasa
basis data merupakan perantara bagi pemakai dengan basis data dalam
berinteraksi, yang telah ditetapkan oleh pembuat DBMS. Dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. Data Definition Language (DDL)
Dengan bahasa ini kita dapat membuat
tabel baru, membuat indeks, mengubah tabel, menentukan struktur tabel, dll.
Hasil dari kompilasi perintah DDL menjadi Kamus Data, yaitu data yang
menjelaskan data sesungguhnya. Contoh: Create, Modify Report, Modify Structure, dll.
b. Data Manipulation Language (DML)
Berguna
untuk melakukan
manipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data yang berupa : insert, update, delete,
dll.
2. Pengguna/Pemakai Basis Data
a. Pengguna akhir / end user adalah orang yang mengoperasikan program aplikasi yang
dibuat oleh pemrogram aplikasi.
b. Pemrogram aplikasi adalah orang yang membuat program
aplikasi yang menggunakan basis data.
c. Administrator database / DBS (database
administrator) adalah orang yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan
basis data.
Tugas DBA :
1.
mendefinisikan
basis data
2.
menetukan
isi basis data
3.
menentukan
sekuritas basis data
3. Hirarki
Data
4. Abstraksi
Data
a. Sistem
basis data biasanya menyembunyikan detil tentang bagaimana data disimpan dan
diperlihara. Oleh karena itu, seringkali data yang terlihat oleh pemakai
sebenarnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik
b. Abstraksi
data merupakan level dalam bagaimana melihat data dalam sebuah sistem basis data
Abstraksi
Data dijelaskan sebagai berikut dan masing-masing Levelnya
1. Level Fisik (Physical Level)
Lapis fisik merupakan lapis terendah, lapis ini menjelaskan bagaimana (how)
data sesungguhnya disimpan. Pada lapis inilah struktur data dijabarkan secara
rinci.
2. Level Logik / Konseptual (Conceptual Level)
Lapis konseptual lebih tinggi dari lapis fisik. Lapis ini menjabarkan
data apa (what) saja yang sesungguhnya disimpan pada basis data, dan juga
menjabarkan hubungan-hubungan antardata secara keseluruhan. Seorang pengguna
dalam level ini dapat mengetahui bahwa data mahasiswa disimpan pada tabel
mahasiswa, tabel krs, tabel transkrip dan lain sebagainya. Level ini biasa
dipakai oleh DBA.
3. Level Penampakan / Pandangan (View Level)
Lapis pandangan merupakan lapis tertinggi pada abstraksi data. Pada
lapis ini pengguna hanya mengenal struktur data yang sederhana, yang
berorientasi pada kebutuhan pengguna. Data yang dikenal oleh masing-masing
pengguna bisa berbeda-beda dan barangkali hanya mencakup sebagian dari basis
data.
C. Model
Basis Data
Model basis data adalah model yang menyatakan
hubungan antar rekaman yang tersimpan dalam basis data. Abdul kadir (KTP
Basis Data) Pada beberapa literatur yang
lain model basis data ini disebut
Struktur Data Logis.
Secara umum terdiri atas 3 macam:
a. Model Hirarkis
b. Model Jaringan (Network)
c. Model Relasional
1. Model
Hirarkis ( Tree Structure )
a. Menjelaskan
tentang hubungan logik antar
data dalam basis data
dalam bentuk hubungan bertingkat (hirarki)
b. Elemen
penyusunnya disebut node
(simpul),
yang berupa rinci data, agregat
data, atau record.
Contohnya
Contoh produk DBMS yang menggunakan model Hirarkis
adalah IMS (Information Managemen System), yang dikembangkan oleh 2
perusahaan: IBM dan Rockwell International Corporation.
2. 2. Model Jaringan (Network Structure)
a. Hampir
sama dengan model hirarki,
dan digambarkan sedemikian rupa sehingga child pasti berada pada level yang
lebih rendah dari parent.
b. Sebuah child dapat mempunyai lebih dari satu parent.
c. Contoh produk DBMS yang menggunakan model jaringan
adalah CA-IDMS/DB dari Computer Associate International Inc.
3. 3. Model Relasional
a. Menjelaskan hubungan logik antar data dalam basis data
dengan memvisualisasikannya ke dalam bentuk tabel – tabel yang terdiri dari
sejumlah baris dan kolom yang menunjukkan atribut tertentu.
b. Lebih mudah dipahami dibanding model-model lainnya.
D. Relational Database Model
Model ini menjelaskan tentang hubungan logik antar data dalam basis data
dengan cara memvisualisasikannya ke dalam bentuk tabel dua dimensi yang terdiri dari sejumlah baris dan kolom.
a.
Sifat yang
melekat pada suatu relasi
1.
Tak ada tupel yang kembar.
2.
Urutan tupel tidaklah penting (tupel – tupel dapat
dipandang dalam sembarang urutan).
3.
Setiap atribut memiliki nama yang unik
4.
Semua atribut dalam relasi yang sama memiliki nilai
tunggal dan jenis yang sama untuk semua tupel.
Himpunan nilai yang berlaku
bagi suatu atribut. (nama, tipe, format, panjang dan nilai masing-masing data).
c.
Kunci Relasi
1.
Kunci Kandidat (Candidate Key) adalah kunci yang
secara unik (tidak mungkin kembar) dapat dipakai untuk mengidentifikasi suatu
baris dalam tabel. Contoh: NIP, NIK, dll.
2.
Kunci Primer (Primary Key) adalah CK yang dipilih
sebagai kunci utama untuk mengidentifikasi suatu baris dalam tabel.
3.
Kunci Alternatif (Alternate Key) adalah CK yang
tidak bertindak sebagai PK.
4.
Kunci Tamu (Foreign Key) adalah sembarang atribut
yang menunjuk ke PK pada tabel lain.
d. Integritas
entity
1. Nilai
atribut yang dipilih sebagai PK dalam relasi
tidak
boleh
null.
2. Aturan
ini
menjamin
bahwa
semua
record yang ada dalam basis data akan
dapat diakses
karena
semua
record dapat
diidentifikasi
berdasarkan
kunci
yang unik.
|
|
|
|
|
|
Konsep dan Perancangan
Database
- Harianto Kristanto
- Penerbit ANDY, Yogyakarta, 1993
Basis Data
- Fathansyah
- Penerbit Informatika, Bandung, 1999
Konsep & Tuntuanan Praktis Basis Data
- Abdul Kadir
- Andi Offset, Jogyakarta,1999
Id.m.wikipedia.org/wiki/Sistem_Informasi





Tidak ada komentar:
Posting Komentar