Sabtu, 18 Oktober 2014

Artikel sistem basis data


Nama       : Ridwan
Kelas        : Teknik informatika D (TI D)
NPM        : 1304411136
Semester  : III
Fakultas  Teknik Kompoter
Universitas Cokroaminoto Palopo



Artikel  Sistem Basi Data
A.   Pengantar Basis data

Pengantar basis data telah dibedahkan menjadi beberapa bagian yaitu :
1.      Basis data
Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user. Penyusunan basis data meliputi proses memasukkan data kedalam media penyimpanan data dan diatur dengan menggunakan perangkat Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System DBMS). Manipulasi basis data meliputi pembuatan pernyataan (query) untuk mendapatkan informasi tertentu, melakukan pembaharuan atau penggantian (update) data, serta pembuatan report data. Tujuan utama DBMS adalah untuk menyediakan tinjauan abstrak dari data bagi user. Jadi sistem menyembunyikan informasi mengenai bagaimana data disimpan dan dirawat, tetapi data tetap dapat diambil dengan efisien. Pertimbangan efisien yang digunakan adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks, tetapi tetap dapat digunakan oleh pengguna yang masih awam, tanpa mengetahui kompleksitas struktur data. Basis data menjadi penting karena munculnya beberapa masalah bila tidak menggunakan data yang terpusat, seperti adanya duplikasi data, hubungan antar data tidak jelas, organisasi data dan update menjadi rumit.
2.      Data dan Informasi
Data adalah fakta yang mewakili suatu objek seperti manusia, hewan, barang, peristiwa, keadaan dan sebagainya, yang direkam dalam bentuk angka, huruf simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya. Informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Data lebih bersifat historis, sedangkan Informasi lebih dinamis, serta mempunyai nilai yang sangat penting.

3.      Sistem Informasi
Sistem informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktifitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. SIM adalah sekumpulan elemen yang saling berhubungan, saling berinteraksi dan bekerjasama antara berbagai bagian dengan cara-cara tertentu untuk melakukan fungsi pengolahan data, pemasukan data, dan menghasilkan keluaran berupa informasi yang berguna dan mempunyai nilai nyata, sebagai dasar pengambilan keputusan, mendukung kegiatan manajemen dan operasional dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada bagi proses tersebut guna mencapai tujuan organisasi.

4.      Komponen sistem informasi
Sistem Informasi terdiri dari beberapa komponen, antara lain :
Hardware : CPU, Disk, Terminal, Printer
Software : Sistem operasi, sistem basis data, program aplikasi
Personil : Operator sistem, Penyedia masukan, Pengguna keluaran
Data : data yang tersimpan dalam jangka waktu tertentu
Prosedur : instruksi dan kebijaksanaan untuk mengoperasikan sistem

5.      Definisi Basis Data



Basis data itu seperti pada gambar di atas dimana gambar lemari itu merupakan Disk dan map itu merupakan file, tujuannya untuk menyimpan data yang diinginkan.
Basis data sendiri dapat di definisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti :
Himpunan kelompok data /arsip yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat & mudah Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan/ penumpukan (redundansi), untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Kumpulan file/ tabel /arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.

6.      Tujuan Basis Data
Tujuan dibangunnya basis data adalah sebagai berikut :
1.      Kecepatan & kemudahan (speed)
2.      Efisiensi ruang penyimpanan (space)
3.      Keakuratan (accuracy)
4.      Ketersediaan (availability)
5.      Kelengkapan (completeness)
6.      Keamanan (security)
7.      Kebersamaan pemakaian (sharability)



B.     Sistem Basis Data
Sistem Basis Data merupakan sekumpulan basis data dengan para pemakai yang menggunakan basis data secara bersama-sama, personil yang merancang dan mengelola basis data, teknik-teknik untuk merancang dan mengelola basis data, serta sistem komputer yang mendukungnya

1.      Bahasa Basis Data
           Bahasa basis data merupakan perantara bagi pemakai dengan basis data dalam berinteraksi,             yang telah ditetapkan oleh pembuat DBMS. Dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
a.       Data Definition Language (DDL)
Dengan bahasa ini kita dapat membuat tabel baru, membuat indeks, mengubah tabel, menentukan struktur tabel, dll. ƒHasil dari kompilasi perintah DDL menjadi Kamus Data, yaitu data yang menjelaskan data sesungguhnya.  Contoh: Create, Modify Report, Modify Structure, dll.
b.      Data Manipulation Language (DML)
Berguna untuk melakukan manipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data yang berupa : insert, update, delete, dll.
2.      Pengguna/Pemakai Basis Data
a.      Pengguna akhir / end user adalah orang  yang mengoperasikan program aplikasi yang dibuat oleh pemrogram aplikasi.
b.      Pemrogram aplikasi adalah orang yang membuat program aplikasi yang menggunakan basis data.
c.       Administrator database / DBS (database administrator) adalah orang yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan basis data.
Tugas DBA :
1.      mendefinisikan basis data
2.      menetukan isi basis data
3.      menentukan sekuritas basis data

3.      Hirarki Data
              

4.      Abstraksi Data
a.       Sistem basis data biasanya menyembunyikan detil tentang bagaimana data disimpan dan diperlihara. Oleh karena itu, seringkali data yang terlihat oleh pemakai sebenarnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik
b.      Abstraksi data merupakan level dalam bagaimana melihat data dalam sebuah sistem basis data
Abstraksi Data dijelaskan sebagai berikut dan masing-masing Levelnya
1.      Level Fisik (Physical Level)
Lapis fisik merupakan lapis terendah, lapis ini menjelaskan bagaimana (how) data sesungguhnya disimpan. Pada lapis inilah struktur data dijabarkan secara rinci.

2.      Level Logik / Konseptual (Conceptual Level)
Lapis konseptual lebih tinggi dari lapis fisik. Lapis ini menjabarkan data apa (what) saja yang sesungguhnya disimpan pada basis data, dan juga menjabarkan hubungan-hubungan antardata secara keseluruhan. Seorang pengguna dalam level ini dapat mengetahui bahwa data mahasiswa disimpan pada tabel mahasiswa, tabel krs, tabel transkrip dan lain sebagainya. Level ini biasa dipakai oleh DBA.

3.      Level Penampakan / Pandangan (View Level)
Lapis pandangan merupakan lapis tertinggi pada abstraksi data. Pada lapis ini pengguna hanya mengenal struktur data yang sederhana, yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Data yang dikenal oleh masing-masing pengguna bisa berbeda-beda dan barangkali hanya mencakup sebagian dari basis data.

C.     Model Basis Data
Model basis data adalah model yang menyatakan hubungan antar rekaman yang tersimpan dalam basis data. Abdul kadir (KTP Basis Data) Pada beberapa literatur yang lain model basis data ini  disebut Struktur Data Logis.
Secara umum terdiri atas 3 macam:
a.        Model Hirarkis
b.       Model Jaringan (Network)
c.        Model Relasional

1.      Model Hirarkis ( Tree Structure )
a.       Menjelaskan tentang hubungan logik antar data dalam basis data dalam bentuk hubungan bertingkat (hirarki)
b.      Elemen penyusunnya disebut node (simpul), yang berupa rinci data, agregat data, atau record.

            Contohnya
   Contoh produk DBMS yang menggunakan model Hirarkis adalah IMS (Information                       Managemen System), yang dikembangkan oleh 2 perusahaan: IBM dan Rockwell International            Corporation.

2.                   2.    Model Jaringan (Network Structure)
a.     Hampir sama dengan model hirarki, dan digambarkan sedemikian rupa sehingga child    pasti berada pada level yang lebih rendah dari parent.
b.        Sebuah child dapat mempunyai lebih dari satu parent.
c.  Contoh produk DBMS yang menggunakan model jaringan adalah CA-IDMS/DB dari  Computer Associate International Inc.


3.                  3.       Model Relasional
a.      Menjelaskan hubungan logik antar data dalam basis data dengan memvisualisasikannya ke dalam bentuk tabel – tabel yang terdiri dari sejumlah baris dan kolom yang menunjukkan atribut tertentu.
b.      Lebih mudah dipahami dibanding model-model lainnya.



D.    Relational Database Model
Model ini menjelaskan tentang hubungan logik antar data dalam basis data dengan cara memvisualisasikannya ke dalam bentuk tabel dua dimensi yang  terdiri dari sejumlah baris dan kolom.
a.       Sifat yang melekat pada suatu relasi
1.      Tak ada tupel yang kembar.
2.      Urutan tupel tidaklah penting (tupel – tupel dapat dipandang dalam sembarang urutan).
3.      Setiap atribut memiliki nama yang unik
4.      Semua atribut dalam relasi yang sama memiliki nilai tunggal dan jenis yang sama untuk semua tupel.


b.      Domain
Himpunan nilai yang berlaku bagi suatu atribut. (nama, tipe, format, panjang dan nilai                         masing-masing data).
c.       Kunci Relasi
1.      Kunci Kandidat (Candidate Key) adalah kunci yang secara unik (tidak mungkin kembar) dapat dipakai untuk mengidentifikasi suatu baris dalam tabel. Contoh: NIP, NIK, dll.
2.      Kunci Primer (Primary Key) adalah CK yang dipilih sebagai kunci utama untuk mengidentifikasi suatu baris dalam tabel.  
3.      Kunci Alternatif (Alternate Key) adalah CK yang tidak bertindak sebagai PK.
4.      Kunci Tamu (Foreign Key) adalah sembarang atribut yang menunjuk ke PK pada tabel lain.
      d.   Integritas entity
             1.    Nilai atribut yang dipilih sebagai PK dalam relasi tidak boleh null.
             2.    Aturan ini menjamin bahwa semua record yang ada dalam basis data akan dapat                                    diakses karena semua record dapat diidentifikasi berdasarkan kunci yang unik.









Referensi
Konsep dan Perancangan Database
  1. Harianto Kristanto
  2. Penerbit ANDY, Yogyakarta, 1993
Basis Data
  1. Fathansyah
  2. Penerbit Informatika, Bandung, 1999
Konsep & Tuntuanan Praktis Basis Data
  1. Abdul Kadir
  2. Andi Offset, Jogyakarta,1999
Id.m.wikipedia.org/wiki/Sistem_Informasi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar